Hari Minggu kemarin aku diajak kondangan ke undangan pernikahan papahku yang sudah dua tahun yang lalu tidak pernah ketemu. Teman papahku keluar dari pekerjaannnya di Carrefour karena diterima sebagai TNI Angkatan Udara. Undangannya tidak melalui undangan biasa tetapi hanya melalui SMS, dari hari terima SMS papah sudah membicarakan kalau mau mengajak anak-anak semua termasuk aku "si Bungsu" yang manja dan kolokan. Kapan pah undangannya?...hari minggu jam 19:00.

Pada hari Minggu Sore, kami semua sudah siap berangkat sesudah sholat manghrib. Keberangkatan sore itu diiringi hujan gerimis, di sepanjang jalan tol. Keluar dari Tol Pasar Rebo sudah dihadang oleh kemacetan yang luar biasa. Begitu sampai dekat ujung kemacetan, ternyata saya tahu...bahwa yang membuat kemacetan adalah karena ada ada beberapa petugas PM yang memberhentikan semua kendaraan umum karena ada pejabat tinggi militer yang mau lewat. Wah jangan-jangan pejabat-pejhabat itu mau ke undangan ke Balai Komando di mana Tante Sischa menikah sore ini. Wah Luar biasa yah, yang diundang pasti pejabat tinggi militer yang tentu pangkatnya tinggi-tinggi.

Sesampai di Balai Komando tempat parkir sudah penuh oleh tamu-tamu undangan yang sebagian besar menggunakan kendaraan dinas militernya. sebagian yang lain mobil-mobil mewah dengan plat mobil pribadi. Kembali lagi batinku mengatakan wah teman papah ini luar biasa, tamunya ribuan, pada hal menurut papah dulu waktu ditempat kerja, orangnya biasa-biasa saja dan sederhana.

Sesudah mengisi buku tamu, mamah mencari kotak untuk memasukan amplop, tapi kok tidak disediakan...Ah ya udah masuk aja, toh untuk masalah amplop bisa belakangan. Setelah masukpun aku udah dibuat mengerutu karena antrian menuju panggung untuk bersalaman dengan pengantin. Akhirnya papah menyuruhku untuk mengambil makan dulu saja, nanti sesudah antriannya pendek, baru ikut ngnatri untuk bersalaman.
Setengah jam kemudian, aku sudah merasa kekenyangan, hampir semua makanan yang disediakan aku cobain semua...Papah dan mamah menghampiri aku dan kakak-kakakku dan mengatakan, kalian tinggal disini saja, papah mau bersalaman dulu dengan pengantin, setelah itu papah sama mamah mulai ikut mengantri, yang sesekali diselingi dengan acar foto dengan pejabat, foto dengan keluarga dan lain lain.
Seperempat jam kemudian Papah dan mamah sudah kembali ke tempat dimana kami menunggu. Kemudian, papah setengah berbisik bahwa tadi waktu bersalaman kok teman papah responsnya biasa saja, tidak ada tanda-tanda si pengantin itu mengenal papah dan papah juga agak heran karena wajahnya kok sudah berubah tidak seperti tante Sischa dulu. Apakah sesudah masuk tentara bisa merubah wajah....?
Kemudian kakaku balik bertanya, mungkinkah kita salah orang? papah bilang gak mungkin karena tempatnya disini dan waktunya ya sekarang ini. Kemudian papah membuka Undangannya yang melalui SMS, ternyata tanggalnya adalah tanggal 7 Desember jam 19:00. Lho bukannya hari ini tanggal 7 ? tanya papah..hari ini baru tanggal 6 pah kata kakakku. Astaghfirlloh...berarti kita salah dooong, pantesan saja gak ada satu orangpun yang papah kenal di gedung ini.....

Lalu siapakan yang jadi pengantin hari ini? setelah dilihat pada souvenir dan kartu namanya, ternyata pengantinnya adalah seorang Dokter TNI dan Orang tuanya adalah seorang pejabat tinggi militer berpangkat Mayor Jenderal.

Maaf ya mas Dokter dan Pak Jenderal, kesalahan tersebut tidak disengaja....Kami mengucapka selamat menempuh hidup baru, semoga bahagia dan diberkahi oleh Alloh SWT.

0 comments